kLAfYOEsUwKWcZE5EN4T8XHN0KE0jykePDkZX1nb

Pages

Cara Cepat Mendapatkan IPK Tinggi di Kampus


Mendapatkan IPK tertinggi merupakan impian bagi sebagian besar mahasiswa, sehingga tak jarang berbagai cara dan upaya dilakukan untuk dapat meraihnya.

Apakah kamu salah satu di antaranya? Lalu, rencana apa yang telah direalisasikan untuk menggapai impian tersebut?

Yuk, simak artikel berikut ini agar kamu bisa mendapatkan IPK tertinggi ala mahasiswa cerdas.

Ternyata, Inilah  Cara Mahasiswa Cerdas Mendapatkan IPK Tertinggi

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) memang bukan satu-satunya jaminan yang menentukan kesuksesan seseorang di masa depan. Tetapi, siapa sih yang tidak ingin ketika lulus nanti mengantongi gelar sekaligus berpredikat sebagai mahasiswa dengan IPK tertinggi?

Selain menjadi bukti pencapaian dan keberhasilan dalam menempuh studi di perguruan tinggi, memperoleh IPK tertinggi juga memberikan kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri terutama bagi para orangtua yang selalu ingin melihat anak-anaknya sukses.

Sedikit saya sharing pengalaman, bahwa untuk mendapatkan IPK tertinggi memang susah-susah gampang. Sebisa mungkin kita harus mengupayakan pola belajar konsisten untuk meraih nilai maksimal dan bisa mempertahankan dan meningkatkannya.

Atmosfer persaingan di perguruan tinggi memang lebih terasa dibandingkan ketika duduk di bangku sekolah menengah.

Yup, karena sebagai mahasiswa kamu akan lebih banyak dihadapkan pada berbagai tantangan yang seringkali menggoda untuk bermalas-malasan, atau terlena akan suasana baru yang sebelumnya tidak ditemui di masa putih abu.

Hal tersebut tentunya bisa diatasi dan kuncinya terletak pada diri sendiri. Salah satunya melalui proses adaptasi dan konsistensi akan rencana dan target yang telah dibangun sedemikian rupa. Sehingga cita-cita kamu untuk mendapatkan IPK tertinggi bukan hanya sekedar mimpi tapi bisa terealisasi.

1. Kosongkan Pikiran Saat Menerima Materi

Ibarat ‘gelas kosong siap menerima air untuk diisi’, itulah perumpamaan pikiran yang harus disiapkan ketika menerima materi perkuliahan.

Walaupun beberapa materi yang disampaikan lebih bersifat pengulangan karena sudah pernah diperoleh ketika di bangku SMA, tetapi kamu tidak boleh meremehkan materi tersebut.

Seperti bumi yang terus berputar, dunia pendidikan pun mengalami perkembangan. Pembaharuan keilmuan itulah yang penting untuk dipahami, bahkan kita bisa mengkolaborasikannya dengan pengetahuan yang sudah diperoleh sebelumnya untuk menambah kualitas kompetensi yang dimiliki.

2. Jangan Malas Mencatat

Kehidupan ‘mahasiswa zaman now’ semakin dimanjakan dengan pesatnya kemajuan teknologi di mana mereka tidak perlu repot mencatat bahan ajar yang disampaikan dosen tetapi cukup meminta soft file bahan ajar tersebut.

Walaupun terkesan praktis, apakah bahan ajar tersebut dibaca dan dipelajari kembali? Atau sekedar koleksi yang hanya dibuka sekali-kali? Kemajuan teknologi memang memberikan kemudahan, namun tanpa disadari hal ini telah menurunkan minat baca dan menulis di kalangan mahasiswa.

Perlu diketahui lho, dengan mencatat bahan ajar akan memberikan kamu keuntungan, karena selain tangan bekerja untuk menulis secara otomatis mata dan otak pun membaca dan memahami materi tersebut.

Untuk itu, tetap disarankan untuk memiliki buku catatan dan kelompokan sesuai dengan mata kuliahnya karena dapat membantu untuk mempelajari materi perkuliahan dengan baik.

Catatan yang lengkap juga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman. Jika kamu hanya mempelajari bahan ajar dalam bentuk softfile, terkadang ada beberapa penjelasan materi yang disampaikan dan dijelaskan oleh dosen namun tidak tertera dalam softfile tersebut.

3. Menjadi Mahasiswa Aktif

Selain fokus menerima materi dan mencatatnya, kamu juga harus bisa memanfaatkan setiap pertemuan di kelas untuk berdiskusi secara langsung dengan dosen. Seperti mengajukan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan yang diajukan dosen.

Hal tersebut seringkali menjadi nilai tambah tersendiri, karena secara perlahan dosen pun akan ingat pada nama kita.

Meski terkesan seperti cari muka, tetapi cara ini masuk ke dalam ranah positif dan salah satu rahasia yang dilakukan mahasiswa cerdas untuk mendapatkan IPK tertinggi.

Manfaatkan kesempatan, apalagi jika dalam satu kelas banyak yang bersemangat untuk maju kedepan kelas mengerjakan soal, pasti dosen pun akan memberikan penilaian yang baik untuk kelas secara keseluruhan.

So, jangan pernah malu dan jangan pernah takut salah untuk tujuan yang positif.

4. Kerjakan Tugas Tepat Waktu

Pernah dengar istilah SKS atau ‘Sistem Kebut Semalam’? Istilah ini pasti tidak asing lagi di telinga mahasiswa, terutama mereka yang menjadi mahasiswa tingkat akhir.

Kebiasaan yang sangat tidak disarankan ini merupakan tanda-tanda kemalasan mulai menghampiri. Hingga tak jarang kita lebih sering menggerutu pada dosen yang memberikan tugas, bukan berusaha mengubah kebiasaan menunda pekerjaan.

So, mulai sekarang kerjakan setiap tugas yang diberikan dengan tepat waktu. Selain lebih maksimal dan terstruktur dalam menyelesaikannya, kamu pun tidak akan merasa terbebani ketika banyaknya tugas yang menghampiri.

Usahakan juga untuk mengumpulkan tugas tepat waktu ya, karena bisa berpengaruh pada penilaiannya lho.

5. Atur Waktu Sebaik Mungkin

Manajemen waktu merupakan kebiasaan selanjutnya yang tidak boleh dianggap sepele oleh mahasiswa.

Mengingat padatnya aktivitas akademik dan non akademik seperti bekerja atau berorganisasi, sebisa mungkin mahasiswa tetap memiliki prioritas utama yang harus dipertanggungjawabkan.

Mahasiswa harus memahami tujuan utama berada di kampus, dan manfaat dari aktivitas mereka selama berada di luar kampus.

Walaupun tidak ada aturan yang melarang mahasiswa untuk bekerja atau berorganisasi, tetapi cukup banyak permasalahan di kalangan mahasiswa yang terhambat kuliahnya karena kedua hal tersebut.

Agar semuanya bisa berjalan lancar dan profesional, kamu harus pintar dalam membagi waktu karena kesuksesan tidak akan terwujud jika seseorang masih kesulitan mengatur waktu.

6. Perbanyak Teman dan Diskusi

Mahasiswa identik dengan pemikiran kritis dan idealisnya, dan hal ini perlu diterapkan dalam menjalani aktivitas perkuliahan. Tidak cukup belajar di dalam kelas yang hanya itungan SKS, kamu juga bisa eksplor keilmuan melalui diskusi bersama teman.

Selain menghadiri pertemuan diskusi atau seminar untuk memperluas wawasan yang dimiliki, kamu juga bisa mengadakan Focus Group Discussion (FGD) atau sederhananya bisa dilakukan dengan mengerjakan tugas bersama.

Sehingga satu sama lain saling membantu menjelaskan jika ada materi yang kurang dipahami.

7.  Jangan Bolos

Last but not least, kehadiran sangat berpengaruh pada penilaian attitude, mengapa?

Selain mencerminkan kesungguhan dalam belajar, ketika bolos kuliah kamu pun kehilangan kesempatan baik karena akan tertinggal banyak informasi dan pengetahuan yang disampaikan dosen.

Padahal bisa saja dosen tersebut tengah memberikan informasi penting atau kisi-kisi untuk ujian.

Walaupun perguruan tinggi atau dosen secara pribadi memiliki kebijakannya tersendiri tentang batas maksimal ketidakhadiran mahasiswa, hal ini jangan disalahgunakan ya.






Related Posts

Related Posts