kLAfYOEsUwKWcZE5EN4T8XHN0KE0jykePDkZX1nb

Pages

Pelajaran yang Bisa Diambil Jika Harus Drop Out Kuliah


Salah satu program Pemerintah Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah adanya sekolah gratis pada jenjang dasar, menengah dan atas. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada jenjang perguruan tinggi. Banyak fakta di berbagai kampus Indonesia yang melahirkan calon-calon unggul generasi bangsa, tetapi tidak sedikit pula yang harus putus dan berhenti melanjutkan pendidikannya.

Ada banyak hal yang bisa kamu pertimbangkan ketika harus drop out dari kampus. Terlepas dari kodrat setiap manusia memiliki masalahnya masing-masing. Lima hal berikut bisa membantu kamu mengambil pelajaran hidup jika memang harus drop out kuliah. Simak baik-baik, ya.

1. Setiap manusia tidak akan lepas dari masalah

Setiap orang tidak akan terlepas dari berbagai masalah dan tantangan dalam menjalani hidup, baik itu masalah besar maupun masalah sepele. Tidak sedikit dari kita ketika berada di posisi ini, kita akan meragukan kemampuan kita, merasa insecure, denial, dan mungkin mengalami ketakutan untuk menjalani kehidupan selanjutnya.

Namun perlu diketahui, setiap masalah dan tantangan ada untuk membentuk kita menjadi sosok yang lebih baik. Selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi. Jika memang harus drop out kuliah, it's okay. Mungkin ada skenario lain yang lebih baik dari kejadian ini.

Kegagalan yang dialami setiap manusia akan menjadi dongkrak dan motivasi untuk maju terus demi kesuksesan dan kenyamanan yang kita harapkan. Roda kehidupan akan terus berputar. Kamu akan tahu cara mengatasi tantanganmu, mengenali tanda-tanda kemungkinan berbahaya, dan menghindari berbagai hal yang terlihat mengecoh.

2. Hajar terus, jangan menyerah

Memang sulit di saat usia kita sedang asyik-asyiknya ke sana kemari bersama teman-teman, kemudian mengerjakan tugas kuliah bersama dan merasakan duduk di dalam kelas dan mendengarkan dosen menjelaskan hal-hal menakjubkan yang belum kita tahu.

Namun ketika sedang terlilit utang, masalah dengan keluarga, dan berujung dengan  mengorbankan kuliah, kamu pasti merasa di titik itu adalah titik terendah dalam hidupmu.

Tetapi life must go on. Carilah pekerjaan agar masalah ini tidak berlarut-larut. Dengan memiliki pekerjaan, setidaknya kamu bisa mengurangi beban finansial. Meskipun belum bisa menjadi sarjana, kamu tetap bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Atau mungkin kamu bisa mencari beasiswa agar kuliahmu tetap bisa lanjut tanpa harus drop out.

3. Belum meyakini arti kesuksesan

Di usia 20 tahunan akan banyak keinginan yang perlu kita capai sebelum memasuki usia 30 tahun. Tetapi tidak sedikit yang benar-benar memahami apa definisi kesuksesan pada usia kita yang masih labil.

Umumnya menjadi kaya raya dikaitkan dengan sukses. Padahal sukses bisa saja dari hal-hal yang sepele yang kita lakukan sehari-hari. Mencapai target atau tidak, bisa juga dikaitkan dengan kesuksesan. Ketika hal yang diharapkan itu terwujud, bisa juga disebut dengan sukses atau berhasil.

Sehingga definisi sukses tiap orang berbeda-beda sesuai dengan kapasitasnya. Tidak sedikit cara berpikir kita juga akan berubah bahwa kesuksesan adalah bentuk pengembangan diri. Pun juga sebuah definisi sukses harus memiliki arti yang realistis dengan usaha yang kita tempuh.

4. Pengetahuan tetap lebih penting

"Lebih baik tidak kuliah tapi bisa bekerja". Tidak sedikit kalimat tersebut terdengar di berbagai kalangan. Namun, perlu kita pahami bahwa keduanya adalah hal yang baik. Sebaiknya tidak memilih salah satu, alangkah baiknya keduanya bisa kita lakukan. Tidak berhenti mencari ilmu, di sisi lain kita juga praktekkan dalam dunia pekerjaan.

Dunia semakin berkembang dengan adanya beberapa kampus yang menyediakan fasilitas kuliah kelas karyawan. Sehingga, sangat cocok untuk kamu yang ingin menempuh jenjang kuliah tetapi juga sedang bekerja atau memiliki usaha lain. Di satu sisi, kamu juga bisa menjadi lebih unggul dalam hal manajemen, karena mungkin dengan bekerja sambil kuliah kamu akan bisa membiayai kuliahmu sendiri dan itu tidak semua orang bisa melakukan.

Dengan terus belajar dan bekerja secara beriringan, kamu akan memiliki mental yang kuat dan mampu menyelesaikan berbagai tekanan yang menerpa hidupmu.

5. Selalu bisa beradaptasi dengan perubahan

Terakhir, selalu bisa beradaptasi dengan segala situasi. Ketika kamu telah gagal menjadi seorang sarjana, bukan berarti kamu kehilangan kesempatan selamanya. Kamu bisa tarik mundur, atur strategi. Mungkin melunasi utang terlebih dahulu lalu menabung lagi. Bisa juga dengan mencari pekerjaan kantoran, memulai usaha sendiri atau mungkin mencari beasiswa supaya bisa memulai kuliah lagi.

Dunia terus berevolusi. Kamu harus bisa terus beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman. Bukan berarti seorang lulusan sarjana juga langsung bisa mendapatkan pekerjaan sesuai harapannya. Faktanya, masih banyak pengangguran dengan title sarjana. 

Bagaimana setelah mengetahui lima pelajaran saat harus drop out kuliah di atas? Kita memang dianjurkan fleksibel dengan segala kemungkinan, karena siapa tahu, dengan mengikuti arus kehidupan yang tampaknya sulit sebenarnya menuntun kita ke jalan yang lebih baik. Ketika berada di titik yang lebih baik, kita akan menyadari skenario hidup dari Tuhan ternyata jauh lebih indah. Jadi, bagaimana pendapatmu?




Related Posts

Related Posts