kLAfYOEsUwKWcZE5EN4T8XHN0KE0jykePDkZX1nb

Pages

Kampus dan Sekolah Ikut Gerakkan Program Literasi Digital dan Cek Fakta demi Tangkal Hoaks

 


Hoaks beredar baik di media sosial, maupun di lingkungan kampus dan sekolah. Dalam pencegahannya, beberapa universitas telah mengadakan pelatihan literasi digital dan cek fakta.

"Tahun kemarin, di prodi (program studi) Sastra Inggris di FBS UNNES sudah melakukan program fact-checking," ujar Fatma Hetami S.S., M.Hum, Koordinator Program Studi Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang (UNNES), dalam "Pelatihan Cek Fakta dan Cara Bijak Menggunakan Chatbot",

Lebih lanjut, Fatma menyampaikan, upaya pelatihan tersebut dinilai krusial guna mencegah hoaks semakin tersebar di lingkungan kampus.

Selain tingkat universitas, sekolah pun tidak luput dari persebaran hoaks. Dalam pencegahannya, SMA Al-Fath Cirendeu mengadakan program literasi dan broadcasting.

"Kalau di Al-Fath sendiri kita punya program literasi dan juga pelajaran broadcasting. Kita memang mengajarkan anak-anak untuk cek data dan fakta agar tidak termakan hoaks," ujar Wishnu Sasongko M.Pd, Kepala Sekolah SMA Al-Fath Cirendeu.

Wisnu menjelaskan, pelajaran broadcasting yang ada, mengajarkan anak-anak untuk mampu mencari data dan fakta dari sumber yang kredibel.

Redaktur Pelaksana Liputan6.com, Raden Trimutia Hatta, turut berpendapat edukasi cek fakta dan literasi digital perlu diterapkan bahkan sejak jenjang sekolah menengah pertama (SMP)

"Kami dengan senang hati akan datang ke kampus-kampus. Bahkam bukan hanya tingkat kampus dan SMA saja, malah kita lebih ingin melakukan pelatihan cek fakta dari tingkat SMP," ujar Muti.

Menurutnya, hal ini harus sedini mungkin dilatih agar para siswa dapat melakukan pengecekan fakta mandiri dan menumbuhkan kemampuan membedakan informasi-informasi yang beredar.

Selain diikuti UNNES dan SMA Al-Fath Cirendeu, "Pelatihan Cek Fakta dan Cara Bijak Menggunakan Chatbot" juga dihadiri mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bina Sarana Informatika, Fisipkom Universitas Djuanda Bogor, dan siswa SMAN 1 Tarumajaya Bekasi.






Related Posts

Related Posts